Hari ini gue baru aja melihat 2 orang dengan 2 kepribadian yang sangat bertolak belakang. True story. Orang pertama sebut saja si A. Seumuran sama gw. Well gw ga gitu kenal sama dia, dan gw ga begitu tau keluarga nya kayak apa. Keliatannya sih orang kaya. Ga tau sekaya apa, tapi yang jelas tas jutaan dia pake. Biasa post foto di instagram, tas jutaan itu biasa dijinjing di tangan, nutupin perut lumayan (maaf) gendutnya. Ga cuma tas, tapi sepatu dan benda mahal lainnya juga.
Hari ini si A ngepost foto benda mahalnya, lalu dia nulis intinya benda itu rusak. Di caption yang dalam bahasa inggris itu, dia semacam buat pengumuman. Sebenernya dia bikin pengumuman itu aja udah lucu menurut gue. Tapi ada yang lebih lucu lagi dan sekaligus miris, grammar dan pemilihan kata dalam caption nya.... berantakan. Beli tas impor bisa, tapi bahasa inggris yang adalah bahasa internasional ga bisa. Agak gimana gitu kan.
Oke kita pindah ke orang kedua. Sebut saja namanya Jessica Salim. Dia juga seumuran gue. Kalo yang ini gw cukup deket, dan gw cukup tau dia sekaya apa. Tapi ga akan ada yang tau kalo dia sekaya itu sebelum kenal deket sama dia. Dia dengan segala keberadaannya, sangat humble. Ada orang yg humble karena dia ga punya apa-apa. Parahnya, bahkan ada orang yang sombong padahal ga punya apa-apa. Tapi dia, punya banyak banget hal yang bisa disombongin, ga cuma harta doang, tapi dia memilih untuk jadi humble.
Hari ini si yang kita sebut Jessica Salim itu lagi mission trip ke Malaysia. Tadi sempet chat dan dia share apa yang dia alami hari ini. Jadi mission trip ini ke pedalaman Malaysia, tepatnya kebun kelapa sawit, atau tepatnya hutan kelapa sawit. Perlu jalan kaki 1 jam untuk sampai ke tempatnya. Lewat hutan. Jadi gerejanya ngadain natalan untuk orang Indonesia yang jadi buruh ilegal di sana. Buruh ilegal itu tinggal di dalam hutan, bisa ditangkep kapan aja sama polisi karena imigran ilegal. Kondisi di sana parah. Kotor, ga terdidik, seks bebas, laletan dimana-mana. Singkatnya, ga nyaman. Tingkat parah.
Kontras, bukan? Well gw ga mau bandingin siapa dari mereka lebih kaya, anggep aja mereka tingkat kaya nya sama. Tapi jelas perbedaannya. Well mungkin setiap dari kita yang baca post ini ga seektrim si A, yang kaya tapi (maaf lagi) oon dan boros. Atau kita juga ga seradikal orang kedua yang mau lakuin hal yang luar biasa bgt gitu. Karena jujur gw juga mikir sih kalo mesti deketin orang yang dilaletin. Tapi sebagai orang yang biasa saja, pasti kita bisa lakuin sesuatu. Ga perlu besar, tapi pasti ada. Ayo mikir.
Contohnya ini. 1 hal yang dari dulu gw cukup gedeg dan kebetulan lagi seru dibicarakan adalah BBM. Bukan blackberry messenger, tapi BBM bensin. Gw jujur paling gedeg sama orang yang mampu tapi masih pake nya premium. Terus giliran premium naik 2000, marah-marahnya udah kayak apaan tau. Gw ga percaya kalo orang yang baca post ini ga mampu beli pertamax. Apalagi sekarang premium 8500, pertamax sekitar 10000. Bedanya udah ga begitu jauh, pertamax juga kualitasnya lebih bagus. BBM ini cuma salah satu contoh yang bisa kita lakukan. Pasti banyak banget hal yang bisa bantu orang sekitar, dan sama-sama majuin bangsa ini. Dan soal BBM ini, menurut gue:
Lebih baik hidup sederhana tapi mandiri, daripada hidup mewah dari subsidi.

