Pada jaman dahulu kala, sebuah keluarga kecil pergi ke luar kota dengan mobil. Mereka pergi bersama dengan keluarga besarnya. Setiap keluarga membawa kendaraan masing-masing. Akhir pekan yang sungguh menyenangkan. Dalam perjalanan pulang, bocah 10 tahun di keluarga itu sibuk belajar untuk ujian sejarah hari berikutnya. Ia duduk di 'kursi kerajaannya' di mobil, yaitu di atas kotak di sebelah kursi pengendara, yang seharusnya adalah tempat untuk menyimpan minuman ataupun kaset lagu. Ayahnya duduk di sebelah kanan mengendarai mobil, sang ibu duduk di sebelah kirinya sedang membantu si anak menghapal, saudara-saudara perempuannya duduk di belakang bersama 3 pembantu.
Mobil berjalan cepat di jalan tol, jauh meninggalkan mobil yang 1 grup lainnya di belakang. Tiba-tiba, roda belakang kanan mobil tersebut meledak. Tetapi mobil masih sempat berjalan beberapa ratus meter karena memang sedang dalam kecepatan tinggi. Semua yang ada di dalam mobil panik. Lalu tiba-tiba mobil terhempas ke kanan, berguling beberapa kali sampai akhirnya masuk ke jalur hijau pemisah jalan yang lebih rendah dari jalan. Just like scene in fast and furious movie.
Pada saat mobil tersebut terhempas, bocah yang duduk di 'kursi' yang tanpa sabuk pengaman tersebut, terlempar keluar mobil. Semua itu berlangsung sangat cepat. Pada saat bocah tersebut membuka mata, ia sudah duduk di atas rumput di sekitar 10 meter di depan mobil yang sudah dalam keadaan terbalik. Dari kejauhan ia melihat sang ayah berusaha keluar dari mobil, kemudian mencoba menarik anggota keluarga yang lain dari dalam mobil.
Pada saat rombongan mobil lainnya lewat, mereka melihat ada kecelakaan dan ada mobil yang sudah rusak parah. Sehingga mereka tidak mengenali mobil tersebut adalah mobil rombongan mereka sendiri. Mereka baru sadar ketika melihat bocah lelaki itu duduk di jalur hijau. Akhirnya dengan panik mereka berhenti dan ikut membantu. Apabila seseorang melihat kejadian dan mobil yang rusak parah tersebut, pasti akan dikira cerita ini adalah dongeng apabila saya katakan bahwa seluruh keluarga baik-baik saja.
Ya. Seluruh keluarga baik-baik saja. Hanya sang ibu dan 1 orang pembantu yang dilarikan ke rumah sakit karena ada memar sehingga perlu diperiksa. Sisanya melanjutkan perjalanan dan pulang dengan mobil lain. Bagaimana dengan bocah itu? He was totally fine. Hanya ada goresan sedikit, tetapi jatuh dari sepeda saja rasanya lebih parah luka nya. Remeber that he flew, broke the front window. Beruntung, itu yang ia pikirkan. He wasn't aware that saat ia terlempar ke depan, ada Tangan yang menangkapnya supaya ia tetap selamat.
Sampai 12 tahun setelahnya, akhirnya bocah tersebut sadar betul akan adanya Tangan tersebut. Ia bahkan dapat mengenal Pemilik tangan tersebut. Tangan yang sama adalah Tangan yang menariknya ketika ia mencoba lari, Tangan yang menangkapnya saat ia jatuh, Tangan yang menghapus air matanya, Tangan yang terus memegangnya erat sampai sekarang. Dan Tangan tersebut tidak akan berhenti di sini, That Hand will hold that boy forever.
Thursday, August 13, 2015
Thursday, July 30, 2015
THANK YOU
Thank You
By: The Katinas
https://www.youtube.com/watch?v=wJEPg7fKOtc
https://www.youtube.com/watch?v=wJEPg7fKOtc
Just a little while longer I wanna pray
Can't get You off my mind so I came to say
Thank You Lord just for loving me
Many times as I do forget
Every need that You have met
Oh thank You Lord, I know You're showing me
You are there when I am down and out
You're holding me, Your love is so amazing
Oh it changed me
Can't get You off my mind so I came to say
Thank You Lord just for loving me
Many times as I do forget
Every need that You have met
Oh thank You Lord, I know You're showing me
You are there when I am down and out
You're holding me, Your love is so amazing
Oh it changed me
Chorus:
Here I am with all I am
Raise my hands to worship You
I wanna say thank you, oh thank you
For everything, for who You are
You cover me, You touch my heart
I wanna say thank you
Raise my hands to worship You
I wanna say thank you, oh thank you
For everything, for who You are
You cover me, You touch my heart
I wanna say thank you
I could have died in my sin but You saved me
Didn't have any hope at all
You gave me peace divine, strength to carry on
I should have been the one to pay
But instead You took my place
My Jesus, words cannot explain
Even though I don't deserve Your love for me
You look beyond my fault and You showed mercy
Didn't have any hope at all
You gave me peace divine, strength to carry on
I should have been the one to pay
But instead You took my place
My Jesus, words cannot explain
Even though I don't deserve Your love for me
You look beyond my fault and You showed mercy
Chorus
I wanna say thank you for the sun
I wanna say thank you for the rain
Everything You do is beautiful
I'm so grateful for Your love
I wanna say thank you for the rain
Everything You do is beautiful
I'm so grateful for Your love
Tuesday, July 7, 2015
Si Jam 6
Hampir semua pasti tau cerita di Matius 20:1-16, tentang kerajaan surga seperti tuan dan pekerja kebun anggur. Jadi ceritanya ada seorang tuan hire 1 kumpulan orang jam 6 pagi, janji akan diupah 1 dinar untuk kerja seharian. Lalu jam 9, jam 12, jam 3, dan jam 5 tuan itu keluar lagi untuk mencari pekerja lain, tanpa ada perjanjian berapa upahnya.
Supaya gampang, let's name them:
pekerja yg dari pagi kita sebut si jam 6
pekerja yg dari jam 9 kita sebut si jam 9
dst untuk si jam 12, si jam 3, dan si jam 5
Cerita ini kaya banget. Setiap tokoh bisa mengajarkan banyak bgt hal. Untuk kali ini, let's focus on si jam 6. Sisanya disimpen untuk post selanjutnya. Jadi ceritanya, pas jam 6 sore si tuan suruh sang mandur buat bayar upah pekerja-pekerja itu. Dimulai dari si jam 5 dikasih dinar, si jam 3 dikasih 1 dinar, dst. Menariknya, pembagian upah itu dilakukan di depan semuanya. Jadi ketika si jam 6 liat si jam 5, 3, 12, 9 dapet 1 dinar, dia berharap banget dapet lebih dari 1 dinar, karena memang dia sudah bekerja jauh lebih lama dari mereka. Dan ternyata spt yg kita tau, akhirnya si jam 6 dapet 1 dinar jugaa, langsung lah terjadi demo buruh pertama yg dicatat oleh alkitab.
Apa relevansi cerita itu? Sering kali kita kayak si jam 6. Kita merasa kita sudah kerja paling mati-matian, pelayanan paling maksimal, kasih semua waktu dan harta kita. Tapi justru kita melihat orang lain yang kerjanya lebih mudah, jauh lebih diberkati. Misalnya nilainya lebih bagus, keluarga nya sangat diberkati, punya pacar cakep. Dan spt cerita di atas, Tuhan memberkati orang tersebut di depan mata kita! Dan pada itu kita langsung ngarep dapet lebih dari orang tersebut, tapi ternyata kita mendapat tidak sesuai dengan apa yg kita pikirkan. Langsung kita pun demo sama Tuhan. Keadaan si jam 6 sama seperti keadaan si anak sulung di Lukas 15. Si sulung merasa tidak pernah mendapat apa yg ia pikir ia layak dapatkan jika dibandingkan dengan apa yg didapat oleh si bungsu.
"Ga adil!" Itu selalu jadi respon kita. Tapi apa kamu tau apa yang lebih tidak adil? Ada seseorang yang mau mati menebus engkau. Ia mau menebus apa yang sebenarnya memang milikNya. Kita adalah milikNya. Tapi karena kebodohan manusia yang memilih untuk menjadi budak dosa, Ia mau menebus apa yang memang milikNya. Dan kita menerima keselamatan itu secara cuma-cuma, THAT IS THE ULTIMATE UNFAIRNESS. Kalau memang Tuhan menjadi adil versimu, engkau tidak akan menerima penebusan itu.
Kalau engkau paham sungguh hal itu, masih layakkah engkau berbicara soal adil atau tidak adil kepada Tuhan based on apa yang kamu terima? Masih layak kah engkau kecewa ketika tidak mendapat pengakuan, hasil, penghargaan seperti yang engkau harapkan jika dibandingkan dengan orang lain? Atau engkau lebih memilih ikut bersukacita atas kemurahan Tuhan atas si jam 9,12,3,5? Ikut berpesta atas kembalinya si bungsu?
*note to myself too*
Supaya gampang, let's name them:
pekerja yg dari pagi kita sebut si jam 6
pekerja yg dari jam 9 kita sebut si jam 9
dst untuk si jam 12, si jam 3, dan si jam 5
Cerita ini kaya banget. Setiap tokoh bisa mengajarkan banyak bgt hal. Untuk kali ini, let's focus on si jam 6. Sisanya disimpen untuk post selanjutnya. Jadi ceritanya, pas jam 6 sore si tuan suruh sang mandur buat bayar upah pekerja-pekerja itu. Dimulai dari si jam 5 dikasih dinar, si jam 3 dikasih 1 dinar, dst. Menariknya, pembagian upah itu dilakukan di depan semuanya. Jadi ketika si jam 6 liat si jam 5, 3, 12, 9 dapet 1 dinar, dia berharap banget dapet lebih dari 1 dinar, karena memang dia sudah bekerja jauh lebih lama dari mereka. Dan ternyata spt yg kita tau, akhirnya si jam 6 dapet 1 dinar jugaa, langsung lah terjadi demo buruh pertama yg dicatat oleh alkitab.
Apa relevansi cerita itu? Sering kali kita kayak si jam 6. Kita merasa kita sudah kerja paling mati-matian, pelayanan paling maksimal, kasih semua waktu dan harta kita. Tapi justru kita melihat orang lain yang kerjanya lebih mudah, jauh lebih diberkati. Misalnya nilainya lebih bagus, keluarga nya sangat diberkati, punya pacar cakep. Dan spt cerita di atas, Tuhan memberkati orang tersebut di depan mata kita! Dan pada itu kita langsung ngarep dapet lebih dari orang tersebut, tapi ternyata kita mendapat tidak sesuai dengan apa yg kita pikirkan. Langsung kita pun demo sama Tuhan. Keadaan si jam 6 sama seperti keadaan si anak sulung di Lukas 15. Si sulung merasa tidak pernah mendapat apa yg ia pikir ia layak dapatkan jika dibandingkan dengan apa yg didapat oleh si bungsu.
"Ga adil!" Itu selalu jadi respon kita. Tapi apa kamu tau apa yang lebih tidak adil? Ada seseorang yang mau mati menebus engkau. Ia mau menebus apa yang sebenarnya memang milikNya. Kita adalah milikNya. Tapi karena kebodohan manusia yang memilih untuk menjadi budak dosa, Ia mau menebus apa yang memang milikNya. Dan kita menerima keselamatan itu secara cuma-cuma, THAT IS THE ULTIMATE UNFAIRNESS. Kalau memang Tuhan menjadi adil versimu, engkau tidak akan menerima penebusan itu.
Kalau engkau paham sungguh hal itu, masih layakkah engkau berbicara soal adil atau tidak adil kepada Tuhan based on apa yang kamu terima? Masih layak kah engkau kecewa ketika tidak mendapat pengakuan, hasil, penghargaan seperti yang engkau harapkan jika dibandingkan dengan orang lain? Atau engkau lebih memilih ikut bersukacita atas kemurahan Tuhan atas si jam 9,12,3,5? Ikut berpesta atas kembalinya si bungsu?
*note to myself too*
Friday, July 3, 2015
Empty Box of Pizza
Can you imagine ordering a pizza? Then the pizza guy showed up in front of your house, and he's got your pizza but not the box. He just held it on his bare hand. Maybe you will be confused, and the first thing you would ask is: "where's the pizza?". Then the pizza guy said: "You only ordered this pepperoni pizza. You didn't order the box. And here's you got what you ordered". I will let you imagine what you guys would do to the pizza guy.
What I'm trying to say is that the box is much cheaper than the pizza. Maybe it's only 50 cents while the pizza costs 10 bucks. It is not very valuable if we look at the price. But it holds tremendous important value because of what is placed in. The box doesn't give value to the product, it is the product that gives value to the box.
The fact is we are only the vessel and Christ is in us. So we shouldn't get puffed up when God starts using us. We are just the 50 cents box. You don't have to be great, good looking, smart, or super talented. But like what the box needs to be, we just need to be CLEAN and EMPTY. By making it empty and clean, God can fill our life with everything good for His glory.
Thursday, July 2, 2015
Serve while we're young
Long time no see, my blog! Akhirnya punya hasrat untuk menulis lagi setelah sekian lama. Fyi, I have been in the new chapter of my life. I have been working for 2 months now! A lot of things have changed in my life. I think I have moved from young to adult now.
I think definisi adult itu kalo udah mulai kerja. Like me now. I still have energy and I have my own money now, but I have no much free time. And like it is said that you won't realize how precious something until you lose it, time is so precious to me now. Hal ini yg sering dijadikan setiap anak muda buat mengisi waktu mereka dengan kesenangan menurut definisi masing-masing. But for you all the readers who still have time, i just wanna this for you.
Pelayanan. Buat kebanyakan anak muda, hal itu sangat tidak menarik. Karena alasan itu tadi, "seneng-seneng dulu deh selagi masih bisa. kalo udah tua baru deh serius sama hal-hal begituan. mumpung masih punya waktu". Tapi let me tell you this, untuk alasan yg sama, yaitu mumpung masih punya waktu, kalian harus pelayanan segila-gilanya. Mumpung masih punya banyak waktu.
"tapi nanti kalo tua kan punya waktu". Yes you will. Tapi kalian ga akan punya tenaga seperti sekarang. "tapi sekarang ga punya banyak uang". Yes you are. Tapi tetep banyak bgt pelayanan yg bisa dilakukan tanpa uang. Tapi dengan tidak punya waktu dan tenaga kelak, kalian ga akan bisa banyak terlibat seperti sekarang. MONEY CAN NOT BUY TIME. Benar memberi uang untuk pekerjaan Tuhan pun pelayanan. Tapi you really should feel the energetic ministry during your youth time. Pada fase-fase kehidupan selanjutnya memang tetap bisa pelayanan, but it won't feel the same.
I am really glad that i spent my last year in uni life giving almost all of my time for the ministry. I really glad I did. But still, now i think "andai gw bisa segila-gilaan itu dari awal. i wish i did". but still i am proud for what i had done in my uni life. So if it is your turn now, what will you choose? Choose wisely.
I think definisi adult itu kalo udah mulai kerja. Like me now. I still have energy and I have my own money now, but I have no much free time. And like it is said that you won't realize how precious something until you lose it, time is so precious to me now. Hal ini yg sering dijadikan setiap anak muda buat mengisi waktu mereka dengan kesenangan menurut definisi masing-masing. But for you all the readers who still have time, i just wanna this for you.
Pelayanan. Buat kebanyakan anak muda, hal itu sangat tidak menarik. Karena alasan itu tadi, "seneng-seneng dulu deh selagi masih bisa. kalo udah tua baru deh serius sama hal-hal begituan. mumpung masih punya waktu". Tapi let me tell you this, untuk alasan yg sama, yaitu mumpung masih punya waktu, kalian harus pelayanan segila-gilanya. Mumpung masih punya banyak waktu.
"tapi nanti kalo tua kan punya waktu". Yes you will. Tapi kalian ga akan punya tenaga seperti sekarang. "tapi sekarang ga punya banyak uang". Yes you are. Tapi tetep banyak bgt pelayanan yg bisa dilakukan tanpa uang. Tapi dengan tidak punya waktu dan tenaga kelak, kalian ga akan bisa banyak terlibat seperti sekarang. MONEY CAN NOT BUY TIME. Benar memberi uang untuk pekerjaan Tuhan pun pelayanan. Tapi you really should feel the energetic ministry during your youth time. Pada fase-fase kehidupan selanjutnya memang tetap bisa pelayanan, but it won't feel the same.
I am really glad that i spent my last year in uni life giving almost all of my time for the ministry. I really glad I did. But still, now i think "andai gw bisa segila-gilaan itu dari awal. i wish i did". but still i am proud for what i had done in my uni life. So if it is your turn now, what will you choose? Choose wisely.
Wednesday, March 25, 2015
Not-a-goodbye
Hej.
To you out there, by this time you read this post, i already step forward to the next step of my life. This past year we have grown together, known each other better, gone through ups and downs, but we made it! And this is us now, i can say that:
People said that when there is hello, there will also be goodbye. Maybe it looks like a goodbye for us right now. And by this time maybe you are thinking "Why must be there a goodbye?" "Why can't the time stop and situation remains like this?". Maybe you heard me said "you will find another koko that will replace me to stand by you". And i remembered how you annoyed of me saying that. But during my thinking time yesterday, i realize it is wrong. Totally wrong.
There will be just only one me. You will not find another people like me. Maybe better. But if you don't find one then, is God so cruel that He separates us? No, of course not. The reason is: you don't need me the way you needed me in the past any more. Look at you now, where you are standing, compare it with the past you. Your position, your personality, your behavior. You have grown so much!
I am really grateful because i feel so loved by you. But this is your time to stand, rise up! You don't need to be fed by me anymore, but it is time for you to feed another people. Another people like you in the past. You have felt the love from me, it is time for you to share that love to another people, make them grow, make them feel special. Be another people's big sister! Looking at the current you, i know you can do it.
And again, koko-dedek-relationship is not a time-limited relationship. I am always your koko, and forever will be. I can't wait to hear and see how much more you will grow, and how much people will be blessed by you. I'm sure you can do that to other people better than how i did to you in the past. Trust Him and see the amazing things that He can do for you, so that you can bless the other. This moment that the world called goodbye, i name it: the next level for us.
This is not a goodbye, i insist.
To you out there, by this time you read this post, i already step forward to the next step of my life. This past year we have grown together, known each other better, gone through ups and downs, but we made it! And this is us now, i can say that:
Knowing you is a blessing, but you consider me as your koko multiplies the blessing.
There will be just only one me. You will not find another people like me. Maybe better. But if you don't find one then, is God so cruel that He separates us? No, of course not. The reason is: you don't need me the way you needed me in the past any more. Look at you now, where you are standing, compare it with the past you. Your position, your personality, your behavior. You have grown so much!
I am really grateful because i feel so loved by you. But this is your time to stand, rise up! You don't need to be fed by me anymore, but it is time for you to feed another people. Another people like you in the past. You have felt the love from me, it is time for you to share that love to another people, make them grow, make them feel special. Be another people's big sister! Looking at the current you, i know you can do it.
And again, koko-dedek-relationship is not a time-limited relationship. I am always your koko, and forever will be. I can't wait to hear and see how much more you will grow, and how much people will be blessed by you. I'm sure you can do that to other people better than how i did to you in the past. Trust Him and see the amazing things that He can do for you, so that you can bless the other. This moment that the world called goodbye, i name it: the next level for us.
This is not a goodbye, i insist.
Friday, January 2, 2015
I WILL
Hello, 2015! Sebenernya mau nulis dari kemaren, tapi baru sempet sekarang. Jadi ceritanya tanggal 31 Desember malem sebelum tidur, i stop for a while, tiduran aja baringan di ranjang. Ceritanya refleksi akhir tahun gitu. Pertama baringan, yg pertama gue pikirin adalah "Apa yang udah Tuhan kasih di 2014". Di situ berasa wow bgt karena dapet banyak bgt hal dari Tuhan. Lalu gw mencoba mengingat-ingat setahun lalu, ketika new years eve 2013, apa resolusi gw di tahun 2014. Jadi ceritanya dulu gw tulis di surat, terus mau baca akhir tahunnya, buat liat yg mana yg udah jadi, yg mana yg belom. Tapi sayangnya.... Gw lupa gw taro mana. Jadi gw harus mencoba mengingatnya.
Gw cukup inget jelas apa yg gw tulis di kertas itu. Isinya ada my wish dan komitmen gw di 2014. Wish yg gw inget, beberapa kejawab dan beberapa tidak. Dan komitmen yg gw tulis, semuanya ga gw lakukan. Sedih sih. Lalu gw lanjut mikir kenapa begitu. Then i realize, emang gw nulis komitmen gw, tapi gw ga fokus di situ. Gw fokusnya pada keinginan gw. Satu yg paling gw inget wish gw di 2014 itu... pacar. Tapi sayangnya ga dapet, dan not even close. Sampe akhir tahun pun gw bisa dibilang masih terus menggumuli hal ini. Terus gw mikir apa dong yg gw lakukan sekarang. Ntar ujung-ujungnya kayak taon lalu lagi. Taon lalu juga gw doa kok. Taon lalu wish gw juga ga muluk-muluk banget.
Tiba-tiba keinget sama kotbah nya Jose Carol. Lukas 6:47-49 tentang 2 macam dasar. Yang cerita ada orang mendirikan rumah di atas batu, dan ada yg di atas pasir. Saat hujan, banjir, dan angin melanda kedua rumah itu, yg di atas pasir roboh, yan di atas batu tetep kokoh. Cerita klasik sekolah minggu. Kotbah ini biasa dikonotasikan ke arah persoalan hidup yang melanda siapapun, ga cuma yg di atas pasir, tapi yg di atas batu juga kena badainya. Tapi bedanya hasilnya. Di atas batu tetep kokoh karena dasarnya bener, yaitu Tuhan, dan yg dasarnya pasir runtuh. Persoalan boleh ada, tapi anak-anak Tuhan tetep kokoh berdiri.
Tapi yang menarik adalah, kata hujan yg melanda kedua rumah itu. Hujan di jaman alkitab itu dikonotasikan berkat. Artinya, ga cuma badai persoalan hidup yang bisa bikin rumah runtuh, tapi berkat juga! Tamparan keras buat gue. Ya, sebelum minta sesuatu, pastikan kita sanggup buat nerimanya. Atau Tuhan ngomong "eits jangan kasih dia hujan dulu, ntar rumahnya roboh. Jadi mending sekarang masih gerimis kecil aja, biar dia aman". Gw sadar, permintaan gw yg gw pikir ga muluk di 2014 itu, masih terlalu besar buat gw handle. Tuhan belom kasih karena kapasitas gw buat nerimanya juga belom cukup. Lalu gw memutuskan mau fokus pada komitmen gw, bukan pada harapan gw. Instead of saying "i wish", say "i will".
Gw cukup inget jelas apa yg gw tulis di kertas itu. Isinya ada my wish dan komitmen gw di 2014. Wish yg gw inget, beberapa kejawab dan beberapa tidak. Dan komitmen yg gw tulis, semuanya ga gw lakukan. Sedih sih. Lalu gw lanjut mikir kenapa begitu. Then i realize, emang gw nulis komitmen gw, tapi gw ga fokus di situ. Gw fokusnya pada keinginan gw. Satu yg paling gw inget wish gw di 2014 itu... pacar. Tapi sayangnya ga dapet, dan not even close. Sampe akhir tahun pun gw bisa dibilang masih terus menggumuli hal ini. Terus gw mikir apa dong yg gw lakukan sekarang. Ntar ujung-ujungnya kayak taon lalu lagi. Taon lalu juga gw doa kok. Taon lalu wish gw juga ga muluk-muluk banget.
Tiba-tiba keinget sama kotbah nya Jose Carol. Lukas 6:47-49 tentang 2 macam dasar. Yang cerita ada orang mendirikan rumah di atas batu, dan ada yg di atas pasir. Saat hujan, banjir, dan angin melanda kedua rumah itu, yg di atas pasir roboh, yan di atas batu tetep kokoh. Cerita klasik sekolah minggu. Kotbah ini biasa dikonotasikan ke arah persoalan hidup yang melanda siapapun, ga cuma yg di atas pasir, tapi yg di atas batu juga kena badainya. Tapi bedanya hasilnya. Di atas batu tetep kokoh karena dasarnya bener, yaitu Tuhan, dan yg dasarnya pasir runtuh. Persoalan boleh ada, tapi anak-anak Tuhan tetep kokoh berdiri.
Tapi yang menarik adalah, kata hujan yg melanda kedua rumah itu. Hujan di jaman alkitab itu dikonotasikan berkat. Artinya, ga cuma badai persoalan hidup yang bisa bikin rumah runtuh, tapi berkat juga! Tamparan keras buat gue. Ya, sebelum minta sesuatu, pastikan kita sanggup buat nerimanya. Atau Tuhan ngomong "eits jangan kasih dia hujan dulu, ntar rumahnya roboh. Jadi mending sekarang masih gerimis kecil aja, biar dia aman". Gw sadar, permintaan gw yg gw pikir ga muluk di 2014 itu, masih terlalu besar buat gw handle. Tuhan belom kasih karena kapasitas gw buat nerimanya juga belom cukup. Lalu gw memutuskan mau fokus pada komitmen gw, bukan pada harapan gw. Instead of saying "i wish", say "i will".
Subscribe to:
Comments (Atom)


