Thursday, July 30, 2015

THANK YOU

Thank You
By: The Katinas
https://www.youtube.com/watch?v=wJEPg7fKOtc

Just a little while longer I wanna pray
Can't get You off my mind so I came to say
Thank You Lord just for loving me
Many times as I do forget
Every need that You have met
Oh thank You Lord, I know You're showing me
You are there when I am down and out
You're holding me, Your love is so amazing
Oh it changed me

Chorus:
Here I am with all I am
Raise my hands to worship You
I wanna say thank you, oh thank you
For everything, for who You are
You cover me, You touch my heart
I wanna say thank you

I could have died in my sin but You saved me
Didn't have any hope at all
You gave me peace divine, strength to carry on
I should have been the one to pay
But instead You took my place
My Jesus, words cannot explain
Even though I don't deserve Your love for me
You look beyond my fault and You showed mercy

Chorus

I wanna say thank you for the sun
I wanna say thank you for the rain
Everything You do is beautiful
I'm so grateful for Your love

Tuesday, July 7, 2015

Si Jam 6

Hampir semua pasti tau cerita di Matius 20:1-16, tentang kerajaan surga seperti tuan dan pekerja kebun anggur. Jadi ceritanya ada seorang tuan hire 1 kumpulan orang jam 6 pagi, janji akan diupah 1 dinar untuk kerja seharian. Lalu jam 9, jam 12, jam 3, dan jam 5 tuan itu keluar lagi untuk mencari pekerja lain, tanpa ada perjanjian berapa upahnya.

Supaya gampang, let's name them:
pekerja yg dari pagi kita sebut si jam 6
pekerja yg dari jam 9 kita sebut si jam 9
dst untuk si jam 12, si jam 3, dan si jam 5

Cerita ini kaya banget. Setiap tokoh bisa mengajarkan banyak bgt hal. Untuk kali ini, let's focus on si jam 6. Sisanya disimpen untuk post selanjutnya. Jadi ceritanya, pas jam 6 sore si tuan suruh sang mandur buat bayar upah pekerja-pekerja itu. Dimulai dari si jam 5 dikasih dinar, si jam 3 dikasih 1 dinar, dst. Menariknya, pembagian upah itu dilakukan di depan semuanya. Jadi ketika si jam 6 liat si jam 5, 3, 12, 9 dapet 1 dinar, dia berharap banget dapet lebih dari 1 dinar, karena memang dia sudah bekerja jauh lebih lama dari mereka. Dan ternyata spt yg kita tau, akhirnya si jam 6 dapet 1 dinar jugaa, langsung lah terjadi demo buruh pertama yg dicatat oleh alkitab.

Apa relevansi cerita itu? Sering kali kita kayak si jam 6. Kita merasa kita sudah kerja paling mati-matian, pelayanan paling maksimal, kasih semua waktu dan harta kita. Tapi justru kita melihat orang lain yang kerjanya lebih mudah, jauh lebih diberkati. Misalnya nilainya lebih bagus, keluarga nya sangat diberkati, punya pacar cakep. Dan spt cerita di atas, Tuhan memberkati orang tersebut di depan mata kita! Dan pada itu kita langsung ngarep dapet lebih dari orang tersebut, tapi ternyata kita mendapat tidak sesuai dengan apa yg kita pikirkan. Langsung kita pun demo sama Tuhan. Keadaan si jam 6 sama seperti keadaan si anak sulung di Lukas 15. Si sulung merasa tidak pernah mendapat apa yg ia pikir ia layak dapatkan jika dibandingkan dengan apa yg didapat oleh si bungsu.

"Ga adil!" Itu selalu jadi respon kita. Tapi apa kamu tau apa yang lebih tidak adil? Ada seseorang yang mau mati menebus engkau. Ia mau menebus apa yang sebenarnya memang milikNya. Kita adalah milikNya. Tapi karena kebodohan manusia yang memilih untuk menjadi budak dosa, Ia mau menebus apa yang memang milikNya. Dan kita menerima keselamatan itu secara cuma-cuma, THAT IS THE ULTIMATE UNFAIRNESS. Kalau memang Tuhan menjadi adil versimu, engkau tidak akan menerima penebusan itu.

Kalau engkau paham sungguh hal itu, masih layakkah engkau berbicara soal adil atau tidak adil kepada Tuhan based on apa yang kamu terima? Masih layak kah engkau kecewa ketika tidak mendapat pengakuan, hasil, penghargaan seperti yang engkau harapkan jika dibandingkan dengan orang lain? Atau engkau lebih memilih ikut bersukacita atas kemurahan Tuhan atas si jam 9,12,3,5? Ikut berpesta atas kembalinya si bungsu?

*note to myself too*

Friday, July 3, 2015

Empty Box of Pizza

Can you imagine ordering a pizza? Then the pizza guy showed up in front of your house, and he's got your pizza but not the box. He just held it on his bare hand. Maybe you will be confused, and the first thing you would ask is: "where's the pizza?". Then the pizza guy said: "You only ordered this pepperoni pizza. You didn't order the box. And here's you got what you ordered". I will let you imagine what you guys would do to the pizza guy.



What I'm trying to say is that the box is much cheaper than the pizza. Maybe it's only 50 cents while the pizza costs 10 bucks. It is not very valuable if we look at the price. But it holds tremendous important value because of what is placed in. The box doesn't give value to the product, it is the product that gives value to the box.

The fact is we are only the vessel and Christ is in us. So we shouldn't get puffed up when God starts using us. We are just the 50 cents box. You don't have to be great, good looking, smart, or super talented. But like what the box needs to be, we just need to be CLEAN and EMPTY. By making it empty and clean, God can fill our life with everything good for His glory.

Thursday, July 2, 2015

Serve while we're young

Long time no see, my blog! Akhirnya punya hasrat untuk menulis lagi setelah sekian lama. Fyi, I have been in the new chapter of my life. I have been working for 2 months now! A lot of things have changed in my life. I think I have moved from young to adult now.


I think definisi adult itu kalo udah mulai kerja. Like me now. I still have energy and I have my own money now, but I have no much free time. And like it is said that you won't realize how precious something until you lose it, time is so precious to me now. Hal ini yg sering dijadikan setiap anak muda buat mengisi waktu mereka dengan kesenangan menurut definisi masing-masing. But for you all the readers who still have time, i just wanna this for you.

Pelayanan. Buat kebanyakan anak muda, hal itu sangat tidak menarik. Karena alasan itu tadi, "seneng-seneng dulu deh selagi masih bisa. kalo udah tua baru deh serius sama hal-hal begituan. mumpung masih punya waktu". Tapi let me tell you this, untuk alasan yg sama, yaitu mumpung masih punya waktu, kalian harus pelayanan segila-gilanya. Mumpung masih punya banyak waktu.

"tapi nanti kalo tua kan punya waktu". Yes you will. Tapi kalian ga akan punya tenaga seperti sekarang. "tapi sekarang ga punya banyak uang". Yes you are. Tapi tetep banyak bgt pelayanan yg bisa dilakukan tanpa uang. Tapi dengan tidak punya waktu dan tenaga kelak, kalian ga akan bisa banyak terlibat seperti sekarang. MONEY CAN NOT BUY TIME. Benar memberi uang untuk pekerjaan Tuhan pun pelayanan. Tapi you really should feel the energetic ministry during your youth time. Pada fase-fase kehidupan selanjutnya memang tetap bisa pelayanan, but it won't feel the same.

I am really glad that i spent my last year in uni life giving almost all of my time for the ministry. I really glad I did. But still, now i think "andai gw bisa segila-gilaan itu dari awal. i wish i did". but still i am proud for what i had done in my uni life. So if it is your turn now, what will you choose? Choose wisely.