PWP! UPH's first Praise, Worship, and Prayer Night! Will be held on June 25th 2014 4.45 pm, at D501. Jujur aja cukup excited banget sama acara PWP ini. Tema dan tagline nya pun cukup kuat menurut gw, "ur turn, now or never!". Intinya acara PWP ini bertajuk tentang terobosan/breakthrough di hidup orang, di UPH, di Indonesia, dimanapun deh.
Jadi yang mau dilakuin itu, kita bakal praise and worship dan tentunya berdoa. Sebenernya acara PWP ini di kepengurusan SFS sebelumnya udah ada, tapi menurut gw cukup (maaf) tidak berhasil. Jatuhnya kayak fellowship atau prayer meeting biasa. Padahal menurut gw pribadi acara PW gitu cukup menarik di kalangan anak muda. Oleh karena itu, di kepengurusan SFS yang sekarang, PWP dibuat gede gitu. Ada panitia khusus, publikasi cukup heboh, grand opening, dll. Btw soal panitia, i wanna give high credits for the committee. So far Grace P dkk kerjanya cukup excellent bgt. Keep giving your bests for Jesus, guys!
Like i said before, PWP ini mau dibikin menarik, dan salah satunya seperti yang tertera di poster di atas, ada DJ performance. Sebenernya pake DJ di kebaktian udah bukan hal asing lagi. Ada youth beberapa gereja seperti harvest, pake DJ di kebaktian mereka. Bahkan juga ada hillsong young and free yang pake electric music semacem DJ gitu. Nah ternyata ada pihak-pihak yang ga setuju.
Jadi 2 hari yang lalu, ada orang yg nulis status line begini. "DJ performance! asik amat mbak jadi dugeman sekarang ya kampus kristen kita. DJ performance, guest star, penuh bintang. 1 bintang paling terang yang jadi fokusnya kok ga dimajuin? kamu lucu ah." Ga cuma di situ, gw 'diserang' di ask fm. Jadi ada anon yang beberapa kali nanya yg intinya nanya gini:
"apa pendapat koko tentang acara SFS yang pake DJ?"
"kalau ada cara yg lebih dapat diterima? why not juga sih, daripada jadi batu sandungan"
"kalo DJ nya bikin orang ga damai sejahtera terus malah ga bisa nyembah Tuhan gimana?"
"1 Kor 10:23 Segala sesuatu diperbolehkan benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. Paulus aja membatasi diri ga makan daging supaya ga jadi batu sandungan, dan gw rasa dengan dj dan battle dance..."
Dear anon, ada 2 poin yg gw mau bahas:
Poin pertama. Jaman dahulu kala, mana ada alat musik kayak sekarang di gereja. Mungkin awalnya piano, terus mulai masuk full band. Gw juga cukup yakin full band juga ga semudah itu diterima oleh gereja waktu itu. Dulu juga ada yang menganggap kalo full band itu bisa jadi batu sandungan. Tapi time goes by full band itu berkembang, dan cukup banyak dipakai oleh gereja sekarang, termasuk si anon, sampe akhirnya sesuatu yang dulu katanya 'bisa jadi batu sandungan', bisa jadi dianggep 'cara yg lebih dapat diterima' sekarang. So hari ini anon bilang DJ bisa jadi batu sandungan, besok jadi apa? No one knows, termasuk gw, anon, dan semua orang.
Poin kedua. Dan sesungguhnya ini poin yg gw lebih suka daripada poin pertama. Siapa sih kita bisa ngejudge DJ itu? Bahkan sesungguhnya DJ yang bakal dipake emang udah sering pelayanan jadi DJ di gereja, bahkan DJ nya pun cuma guest star kok. Tim PW SFS tetep jadi core dari praise and worship nya. Poin gw, bisa aja dong kalo DJ itu lebih oke kerohaniannya daripada gw, daripada anon, daripada tim PW SFS. Siapa sih manusia bisa seenaknya ngejudge sembarangan? Lagian bisa aja kok, PW SFS yang kata anon lebih bisa diterima itu Tuhan lebih ga berkenan karena hatinya ga oke, sedangkan DJ yang kata anon bisa jadi batu sandungan itu Tuhan lebih berkenan karena hati pelayanannya oke. No one knows.
Jadi stop ngejudge orang, hati orang, bilang bisa jadi batu sandungan lah, ga layak buat pelayanan lah, apa lah. Non, peraturan mendasarnya itu adalah emang ga ada yang layak buat melayani Tuhan. DJ, PW SFS, gw, dan semuanya. Kita bisa ikut Tuhan, jadi anak Tuhan, melayani Tuhan, semuanya cuma karena 1 hal. Grace.