Thursday, August 14, 2014

Counting

Yoo! Udah lama ga nulis. Maaf ya lately lagi sibuk banget. Sibuk hayday, sibuk instagram, sibuk line, sibuk path, dan sibuk nganggur. Jadi ga sempet nulis deh. Hari ini pengen nulis tentang suatu hal yang menurut gw ga boleh dilakukan dalam suatu hubungan: counting. Yap, berhitung.


Hubungan yang gw maksud itu universal. Ga cuma pacaran, tapi juga pertemanan dan apapun juga. Apa yang gw maksud dengan ga boleh berhitung? Yang gw maksud adalah jangan menghitung kebaikan yang udah kita lakuin buat orang lain itu, entah itu pacar, sahabat atau teman. Kenapa? Karena dengan kita menghitung, artinya kita membandingkan apa yang telah kita lakukan dengan apa yang kita terima. And that is not good.

Kalo kita terus berhitung, pada suatu saat ada konflik, kita cenderung akan mengeluarkan hitungan kita itu. Padahal ga ada hubungannya. Contoh. Dalam suatu genk ada orang yang ga pernah telat kalo lagi mau ngumpul. Buat orang lain itu hal biasa, tapi menurut orang itu, ga pernah telat itu luar biasa dan dia menghitungnya. Sampe suatu saat dia dikerjain sama temen-temennya buat siap-siap padahal masih lama dijemputnya. Dia ga seneng, lalu ngungkit-ngungkit hitungannya itu pas marah. Berhitung itu bahaya.

Lebih lagi dalam hal pacaran. Menurut gw berhitung dalam pacaran tuh ga boleh banget. Karena pada dasarnya semua yang kita lakuin buat pasangan kita itu haruslah didasari oleh rasa sayang kita. Kalo murni karena kita sayang, pasti kita ga akan menghitungnya. Ibaratnya yang namanya cinta itu ga harus mengharapkan kembali. Jadi ga akan ada yang namanya berhitung. Yang ada hanya apa lagi yang bisa gw lakukan buat dia? Kalo ada yang mulai berhitung, gawat. Ketika ada konflik, akan ada omongan "aku kan udah lalala buat kamu" "kamu ga pernah kayak aku yang udah lalala"

Tapi buat ga berhitung itu harus diakui sulit. Udah natur manusia buat mengharapkan balasan atas apa yang dilakukan. Tapi sekali lagi, lebih baik jangan berhitung. Dengan kita ga berhitung, kita akan terhindar dari kekecewaan. Dan satu lagi. "I love u" itu verb yang satu arah. Kenapa kita ngarep dapet balesan ketika kita ngomong atau menunjukan "I love you"?

No comments:

Post a Comment