Hidupnya very extraordinary. Tuhan ijinin sesuatu terjadi di hidup dia. Dia mengidap thalassemia. Buat yang ga tau itu apa, klik di sini. Singkatnya, itu penyakit langka dan parah. Dia udah divonis kena thalassemia sejak umur 5 tahun. Obat untuk penyakit ini: ga ada. Orang yang kena penyakit ini juga ga bisa hidup lama, sampe 30 tahun pun udah bagus. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk bertahan hidup adalah cuci darah. Waktu awal-awal dia cuma perlu cuci darah sebulan sekali. Frekuensi itu makin sering sejak sekitar 5 tahun lalu dia perlu seminggu sekali cuci darah.
Tapi satu hal. Gw GA PERNAH denger dia menggerutu, ngomel, marah-marah karena keadaannya. Gw ga pernah denger dia ngomong "kenapa gw mesti alamin ini" "salah gw apa". Not even once. Hidupnya biasa aja, tetep bergaul, ga minder. Bahkan hidupnya hebat banget. Kiu-kiu gw (papa nya ko james) ga pernah bayar uang sekolah, uang pangkal atau apapun itu. Karena dia selalu juara 1 dan selalu dapet beasiswa. Yup, dia pinter. Ga cuma itu, dia juga jago masak. Bahkan lebih jago dari mama nya. Bahkan ketika dia kasih resep detail ke mama nya, tetep beda rasanya.
Dia ga selesai kuliah, bukan karena dia males atau bodoh. Dia sempet masuk universitas, tapi akhirnya terputus di tengah jalan karena terlalu sering ga masuk karena kesehatan dia. No excuse dari pihak universitas nya, akhirnya ia ga bisa kuliah lagi. Bahkan ketika dia diperlakukan tidak adil seperti itu oleh kampusnya sendiri, tak ada cacian atau omelan yang gw dengar keluar dari mulutnya. Dia juga dekeeeeeeetttt banget sama Tuhan. Papa mama nya bisa bertobat terima Tuhan pun bisa dibilang karena dia dan cicinya. Soal ini terlalu panjang untuk diceritakan.
30 Juli 2011, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Semua orang berpikir terlalu cepat ia dipanggil pulang oleh Tuhan. Seandainya ia bisa hidup lebih lama, ia bisa menjadi berkat lebih lagi. Tapi jawabannya ada pada batu nisan di kuburannya.
Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-NyaMazmur 116:15
Terlalu banyak yang bisa gw ceritakan soalnya. Terlalu banyak, kawan. Masa nya di dunia sudah selesai. Ia sudah tidak lagi menderita di Surga. His time in this world is over. Now is ours.
Ko...... ini nyentuh banget lho :'(
ReplyDelete