Thursday, August 13, 2015

The HAND Who Holds

Pada jaman dahulu kala, sebuah keluarga kecil pergi ke luar kota dengan mobil. Mereka pergi bersama dengan keluarga besarnya. Setiap keluarga membawa kendaraan masing-masing. Akhir pekan yang sungguh menyenangkan. Dalam perjalanan pulang, bocah 10 tahun di keluarga itu sibuk belajar untuk ujian sejarah hari berikutnya. Ia duduk di 'kursi kerajaannya' di mobil, yaitu di atas kotak di sebelah kursi pengendara, yang seharusnya adalah tempat untuk menyimpan minuman ataupun kaset lagu. Ayahnya duduk di sebelah kanan mengendarai mobil, sang ibu duduk di sebelah kirinya sedang membantu si anak menghapal, saudara-saudara perempuannya duduk di belakang bersama 3 pembantu.

Mobil berjalan cepat di jalan tol, jauh meninggalkan mobil yang 1 grup lainnya di belakang. Tiba-tiba, roda belakang kanan mobil tersebut meledak. Tetapi mobil masih sempat berjalan beberapa ratus meter karena memang sedang dalam kecepatan tinggi. Semua yang ada di dalam mobil panik. Lalu tiba-tiba mobil terhempas ke kanan, berguling beberapa kali sampai akhirnya masuk ke jalur hijau pemisah jalan yang lebih rendah dari jalan. Just like scene in fast and furious movie.

Pada saat mobil tersebut terhempas, bocah yang duduk di 'kursi' yang tanpa sabuk pengaman tersebut, terlempar keluar mobil. Semua itu berlangsung sangat cepat. Pada saat bocah tersebut membuka mata, ia sudah duduk di atas rumput di sekitar 10 meter di depan mobil yang sudah dalam keadaan terbalik. Dari kejauhan ia melihat sang ayah berusaha keluar dari mobil, kemudian mencoba menarik anggota keluarga yang lain dari dalam mobil.

Pada saat rombongan mobil lainnya lewat, mereka melihat ada kecelakaan dan ada mobil yang sudah rusak parah. Sehingga mereka tidak mengenali mobil tersebut adalah mobil rombongan mereka sendiri. Mereka baru sadar ketika melihat bocah lelaki itu duduk di jalur hijau. Akhirnya dengan panik mereka berhenti dan ikut membantu. Apabila seseorang melihat kejadian dan mobil yang rusak parah tersebut, pasti akan dikira cerita ini adalah dongeng apabila saya katakan bahwa seluruh keluarga baik-baik saja.

Ya. Seluruh keluarga baik-baik saja. Hanya sang ibu dan 1 orang pembantu yang dilarikan ke rumah sakit karena ada memar sehingga perlu diperiksa. Sisanya melanjutkan perjalanan dan pulang dengan mobil lain. Bagaimana dengan bocah itu? He was totally fine. Hanya ada goresan sedikit, tetapi jatuh dari sepeda saja rasanya lebih parah luka nya. Remeber that he flew, broke the front window. Beruntung, itu yang ia pikirkan. He wasn't aware that saat ia terlempar ke depan, ada Tangan yang menangkapnya supaya ia tetap selamat.

Sampai 12 tahun setelahnya, akhirnya bocah tersebut sadar betul akan adanya Tangan tersebut. Ia bahkan dapat mengenal Pemilik tangan tersebut. Tangan yang sama adalah Tangan yang menariknya ketika ia mencoba lari, Tangan yang menangkapnya saat ia jatuh, Tangan yang menghapus air matanya, Tangan yang terus memegangnya erat sampai sekarang. Dan Tangan tersebut tidak akan berhenti di sini, That Hand will hold that boy forever.

1 comment: